Selasa, 21 Mei 2013

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN


BAB I
PENDAHULUAN

I.I.        Latar Belakang
            Dalam bahasa tulis, kita menemukan adanya bermacam – macam tanda yang digunakan untuk membedakan arti sekaligus sebagai pelukisan atas bahasa lisan. Segala macam tanda  tersebut untuk menggambarkan perhentian antara , perhentian akhir, tekanan, tanda Tanya dan lain – lain. Tanda tanda tersebut dinamakan tanda baca. Tanda baca yang ditemukan dalam bahasa tulis merupakan bagian dari kaidah ejaan dalam suatu bahasa. Yang dimaksud dengan ejaan adalah keseluruhan  peraturan  bagaimana melambangkan bunyi  ujaran dan  bagaimana antar hubungan antara  lambang – lambang  itu ( pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa ). Secara teknis, yang dimaksud dengan ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Ejaan adalah keseluruhan peraturan melambangkan bunyi ujaran, pemisahan dan penggabungan kata, penulisan kata, huruf dan tanda baca. Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa  dengan menggunakan huruf, kata dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukkan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata, sedangkan ejaan adalah suatu system aturan yang jauh lebih luasdari  sekedar  masalah  pelafalan. Ejaan mengatur keselurahan cara menuliskan bahasa.
Ejaan suatu bahasa tidak saja berkisar pada persoalan  bagaimana melambangkan bunyi – bunyi ujaran serta bagaimana menempatkan tanda – tanda baca dan sebagainya,  pemotongan itu  harus berguna bagaimana  kita harus  memisahkan  huruf – huruf itu pada akhir suatu baris. Selain itu, penggunaan huruf kapital juga merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam penulisan dengan ejaan yang tepat.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bagaimana menggambarkan lambang – lambang bunyi ujaran dan bagaimana interrelasi antara lambang – lambang itu dalam suatu bahasa  disebut Ejaan.
            Ejaan  merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk. Ejaan  adalah lampu  lalu lintas  yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi ibarat sedang mengendarai kendaraan. Seperti itulah kira – kira bentuk hubungan anatara pemakai bahasa dengan ejaan.
            Ejaan  turut menentukan  kebakuan dan  ketidakbakuan kalimat. Jika ejaannya benar, kalimat dapat menjadi baku  dan sedangkan salah kalimat dapat menjadi tidak baku. Kesalahan  biasanya terjadi pada penggunaan tanda koma yang salah dan kesalahan penulisan.
            Pemahaman ejaan merupakan satu  aspek penting  dalam penggunaan suatu bahasa termasuk tentunya penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Dalam bahasa lisan, faktor gerak gerik, mimik, intonasi,  jeda, irama, serta unsur – unsur non bahasa tidak terdapat didalam bahasa tulis. Di sinilah ejaan dan tanda baca berperan sampai pada batas – batas tertentu, menggantikan unsur non bahasa yang diperlukan untuk memperjelas gagasan atau pesan.
            Perkembangan ejaan di Indonesia diawali dengan  ejaan  van Ophuijsen.  Ejaan  pertama bahasa Indonesia diambil dari nama seorang guru besar Belanda yang juga pemerhati bahasa dan di berlakukan pada tahun 1901oleh  pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. Ejaan Van Ophuijsen di pakai selam 46 tahun, lebih lama dari ejaan  republik yang dipakai selama 25 tahun. Ejaan Van Ophuijsen baru diganti setelah 2 tahun Indonesia merdeka. Ejaan Van Ophuijsen yang ditetapkan sebagai ejaan bahasa melayu pada tahun 1901 memiliki ciri khas yang menonjol yaitu penggunaan huruf  J.
            Contoh penulisan kata-kata ejaan Van Ophuijsen :     
a.       Djakarta                Jakarta
b.      Goeroe                  Guru
c.       Kamoe                  Kamu 

Ejaan Soewandi atau republikditetapkan pada tahun 1947 untuk menggantika ejaan Van Ophuijsen. Ciri yang menonjol adalah penggunaan huruf  U untuk menggantikan huruf Oe, dan penulisan kata depan di dan awalan  di yang sama, yakni dirangkaikan dengan kata yang mengikutinya. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah peraturan bahasa Indonesiayang di berlakukan sejak tahun 1972 pada saat kongres Bahasa Indonesia hingga saat ini.
Sebagaimana yang telah di ungkapkan pada paragraf sebelumnya bahwa ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang Disempurnakan  (EyD) dan mulai diberlakukan tepatnya pada tahun 1972. Hal ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama 25 tahun yang dikenal dengan ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Untuk sekadar memperoleh gambaran tentang ejaan yang pernah berlaku  pada masa lalu itu dan sekaligus untuk membandingkan dengan ejaan yang sekarang, perhatikan ketiga macam ejaan dalam tabel di bawah ini.

Ejaan yang Disempurnakan (EyD) mulai tahun 1972
Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) 1947-1972
Ejaan Van Ophuijsen 1901-1947
Khusus
Chusus
Choesoes
Jumat
Jumat
Djoem’at
Yakni
Jakni
Ja’ni
Payung
Pajung
Pajung
Cucu
Tjutju
Tjoetjoe
Sunyi
Sunji
Soenji







BAB II

II. I.     Sejarah Perkembangan Ejaan

Dipaparkan dengan cukup lengkap mengenai perjalanan perkembangan ejaan yang terdapat di Indonesia, mulai ejaan yang pertama yang digunakan di indonesia, yaitu Ejaan Van Ophuijsen, sampai dengan ejaan yang dipakai saat ini, yaitu Ejaan yang disempurnakan (EyD).
Ejaan Van Ophuijsen ditetapkan pada tahun 1901 yang merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin. Van Ophuijsen merancang ejaan itu dibantu oleh Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Hal – hal yang menonjol dalam ejaan van Ophuijsen adalah sebagai berikut :
·         Huruf  j dipakai untuk menuliskan kata – kata, seperti jang, sajang, pajah.
·         Huruf oe dipakai untuk menuliskan kata – kata, seperti goeroe, itoe, dan oemoer.
·         Tanda diakritik, yaitu koma, ain, dan tanda trema, dipakai untuk menuliskan kata – kata, seperti ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamai’.
Ejaan Soewandi ditetapkan pada tanggal 19 maret 1947 untuk menggantikan ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan Ejaan Republik. Hal – hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian ejaan itu adalah sebagai berikut :
·         Huruf oe diganti dengan u, seperti pada guru, itu, umur
·         Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan huruf K, seperti pada kata – kata tak, pak, maklum, rakyat.
·         Kata ulang boleh ditulis dengan angka dua, seperti pada kata – kata anak2, berjalan2, ke-barat2 –an.
·         Imbuhan yang berawalan di- dengan kata depan di kedua- duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutiny, seperti kata depan pada dirumah, dikebun, disamakan dengan imbuhan awalan di- pada ditulis, dikarang.
Ejaan Melindo yang merupakan kependekatan dari ejaan melayu indonesia merupakan konsep ejaan bersama antara Indonesia dengan Malaysia. Pada akhir 1959, sidang perutusan Indonesia dan Melayu ( Slametmulyana – Syeh Nasir bin Ismail, sebagai ketua ) menghasilkan konsep ejaan tsb. Perkembangan politik selama bertahun – tahun berikutnya mengurungkan persemian ejaan itu.
Beberapa hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan atau Eyd adalah sebagai berikut :

Perubahan Huruf
Ejaan Soewaandi
Ejaan yang disempurnakan  ( EyD )
dj
djalan, djauh
j
jalan, jauh
j
pajung, laju
y
payung, layu
nj
njonja, bunji
ny
nyonya, bunyi
sj
isjarat, masjarakat
sy
syarat, masyarakat
tj
tjukup, tjutji
c
cukup, cuci
ch
tarich, achir
kh
tarikh, akhir


II. II.    Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan ( EYD )

Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek, yaitu :
A.     Pemakaian huruf , membicarakan masalah yang medasar dari suatu bahasa, yaitu :
a)      Abjad
b)      Vokal
c)      Konsonan
d)      Pemenggalan kata
e)      Dan nama diri

B.     Penulisan huruf,  membicarakan beberapa perubahan jenis huruf ejaan  yang digunakan, seperti :
a)      Huruf  Kapital

b)      Huruf  Miring

C.     Penulisan kata, membicarakan tentang berbagai cara penulisan kata bermorfem tunggal dan yang bermorfem banyak beserta unsur – unsur  kecil dalam bahasa, meliputi :
a)      Kata dasar
b)      Kata turunan
c)      Kata ulang
d)      Gabungan kata
e)      Kata ganti kau, ku, mu, dan nya
f)       Kata depan di, ke, dan dari
g)      Kata sandang si dan sang
h)      Partikel
i)        Singkatan dann akronim
j)        Angka dan lambing bilangan

D.     Penulisan unsur serapan, berbicara tentang kaidah cara penulisan unsur serapan, terutama kosakata  yang berasal dari bahasa asing.

E.      Pemakaian tanda baca ( pugtuasi ), membicarakan tentang penempatan kelima belas tanda baca dalam penulisan. Tanda baca tersebut yaitu :
a)      Tanda titik ( . )
b)      Tanda koma (, )
c)      Tanda titik koma ( ; )
d)      Tanda titik dua ( : )
e)      Tanda hubung (-)
f)       Tanda pisah (--)
g)      Tanda ellipsis (…)
h)      Tanda tanya ( ? )
i)        Tanda seru ( ! )
j)        Tanda kurung ( (…) )
k)      Tanda kurung siku ( […] )
l)        Tanda petik ganda (“…” )
m)    Tanda petik tunggal ( ‘…’ )
n)      Tanda garis miring ( / )
o)      Tanda penyingkat ( ‘ )

II. III.   Ejaan
Penulisan Huruf
Huruf capital dan miring diantaranya digunakan untuk hal – hal seperti tertera di bawah ini !
Huruf capital digunakan pada awal nama :
a)      Orang                           :           Wandasti, Nurdiana, Tania
b)      Tahun                          :           tahun Kabisat, tahun Masehi
c)      Bulan                           :           bulan November, bulan April
d)      Hari                             :           hari Senin, hari Jum’at
e)      Peristiwa bersejarah     :           Perang Diponegoro, hari Pahlawan
f)       Suku                            :           suku Jawa, suku Bugis, suku Betawi
g)      Bangsa                         :           bangsa Rusia, bangsa Cina, bangsa Indonesia
h)      Agama                         :           agama Islam, agama Hindu, agama Kristen
i)        Gelar                            :           Doktor Soekarno, Insinyur Jokowi
j)        Jabatan                                    :           Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Huruf miring digunakan pada nama :
Buku                :           buku Kebangkitan Rusia
Majalah            :           majalah Glasnost
Surat kabar      :           Koran Kompas
Istilah asing      :           déjà vu
Istilah ilmiah    :           Lumbricus rubellus
















BAB III
PENUTUP

III. I.    Kesimpulan

                                    Penggunaan tanda baca perlu diperhatikan dalam penulisan karya tulis atau karya ilmiah.Masing masing tanda baca memiliki aturan dan tata letak penggunaanya, sehingga kita harus cermat dalam menggunakan tanda baca dan menempatkan tanda baca pada aturan yang telah di tetapkan. Penggunaan ejaan yang disempurnakan (E Y D) sangat dibutuhkan dalam penulisan karya tulis ilmiah agar sebuah karya tulis ilmiah tersebut dapat tersusun dengan baik dan mudah dipahami.Dari berbagai macam kesimpulan, maka penggunaan tanda baca perlu untuk dipahami dan dipelajari lebih detail agar penggunaan tanda baca pada karya ilmiah yang kita buat menjadi benar dan mudah dipahami oleh orang-orang yang akan membaca karya tulis kita.


III. II.            Penutup

            Dari tugas makalah tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari. Seperti halnya yang sudah kami harapkan dan sampaikan pada kata pengantar tugas makalah ini, yaitu semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menambah wawasan kita dan pemahaman kita mengenai pengguanaan tanda baca yang baik dan benar yang tentu saja sesuai dengan EYD.
            Dan demikian makalah yang dapat kami buat. Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati atau belum sesuai dengan apa yang Anda harapkan, kami mohon maaf. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kami agar dalam tugas-tugas selanjutnya,kami dapat menyelesaikannya dengan lebih baik lagi.






Daftar Pustaka



Sugihastuti, dkk. 2006. Editor Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
Finoza, Lamudin. 1993.Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia,.
Alwi, Hasan. Dkk. 2003, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi-2. Jakarta: Balai Pustaka.
Tanda baca. 2012. http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_baca
Pemakaian Tanda Baca.2012 http://www.scribd.com/doc/56584282/Makalah Bahasa-Indonesia-Pemakaian-Tanda-Baca





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar